Remaja yang Positif dan Islami

ISI MASA REMAJA DENGAN KEGIATAN POSITIF

Remaja yang sehat secara fisik, mental, emosional dan spritual menjadi dambaan para orangtua, masyarakat bangsa dan negara, karena dengan kondisi yang demikian itu, para remaja dapat diharapkan mampu mengisi masa remajanya dengan kegiatan yang positif bagi perkembangan kehidupan di masa dewasanya nanti tanpa banyak terganggu oleh situasi pribadi yang tidak kondusif. Persoalannya, untuk mencapai remaja dengan kondisi sehat pada empat aspek tersebut, bukanlah sesuatu yang mudah karena besarnya pengaruh faktor lingkungan, teman sebaya dan teknologi informasi termasuk internet yang secara langsung maupun tidak langsung menggerus nilai-nilai moral remaja di satu sisi dan menyeret mereka pada perilaku negatif di sisi lainnya.
Demikian dikatakan oleh Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDP dan KB) Kabupaten Kulonprogo Drs. Mardiya pada saat menyajikan materi Kebijakan tentang Penanganan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di Kabupaten Kulon Progo pada acara Pendidikan Pranikah Bagi Remaja Usia Nikah Dalam Rangka Pembinaan Keluarga Sakinah yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulonprogo, Sabtu (20/3) di Gedung Serbaguna kantor setempat. Hadir sekaligus menjadi nara sumber pada acara tersebut Ka Badan PMPDP dan KB Drs. Krissutanto dan Ustad Drs. Wahib Jamil, MPd.
Di hadapan sekitar 40 siswa dari berbagai SLTA di lingkungan Kecamatan Pengasih dan Wates ini, Mardiya menambahkan, sekarang ini banyak indikasi bahwa remaja kita telah meninggalkan nilai-nilai moral dan agama, salah satunya adalah berperilaku seks yang tidak sehat. Perilaku seks yang tidak sehat tersebut salah satu bentuknya adalah dengan pacaran tanpa reserve sehingga menyebabkan tidak sedikit remaja kita yang mengalami “kecelakaan” berupa Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD). Sementara KTD itu sendiri bagi remaja akan menjadi hambatan untuk meraih cita-citanya, karena ia tidak bisa lagi meneruskan belajar, mendapat tekanan psikologis karena dikucilkan teman atau keluarga serta dipaksa menikah oleh orangtuanya yang menjadikan sang remaja harus berkonsentrasi untuk memikirkan kehidupan berumah tangga sebelum waktunya.
Untuk mencegahnya, menurut mantan Penyiap Bahan Pembinaan Ketahanan Keluarga di lingkungan Dinas Dukcapilkabermas ini, para remaja selain beri pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan ini akan efektif bila dilakukan melalui media Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) yang sekarang diubah namanya menjadi PIK Remaja. PIK Remaja ini merupakan suatu wadah yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja dalam memperoleh informasi dan pelayanan konseling KRR. PIK Remaja ini merupakan langkah operasional menuju Tegar Remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari resiko Triad KRR (Seksualitas, HIV/AIDS, Napza), mau menunda usia pernikahan hingga memasuki usia ideal perkawinan (20 bagi wanita dan 25 bagi pria), bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, serta mampu menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya. Dengan demikian, PIK KRR yang menggunakan pendekatan kelompok sebaya (peer group) ini diyakini mampu secara efektif cegah seks bebas pada remaja.
Pada kesempatan tersebut, Mardiya memaparkan perlunya para remaja untuk meningkatkan iman dan tagwa melalui pendalaman serta pengamalan ilmu agama agar terhindar dari perilaku seks yang belum saatnya. Memang benar, masa remaja adalah masa untuk menuntut ilmu yang setinggi tingginya sebagai bekal di masa depan. Tetapi ilmu agama tetap diperlukan sebagai penyeimbang, agar ilmu pengetahuan yang diperoleh remaja memiliki moral yang kuat sehingga tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif. Sangat boleh jadi, remaja yang tanpa landasan iman dan taqwa yang kuat, bila mendapat ilmu pengetahuan tentang proses reproduksi manusia atau siklus kesuburan dari seorang wanita justru akan memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk berbuat yang macam-macam, misalnya saja mencari cara bagaimana agar seks bebas yang dilakukannya tidak menyebabkan kehamilan.
Mempertahankan keperjakaan dan keperawanan hingga menikah, kata Mardiya, harus dikembalikan sebagai prinsip hidup yang dipegang teguh oleh para remaja, agar tidak kecewa di kemudian hari. Karena berdasarkan pengalaman, keluarga yang di awal pernikahannya didahului dengan KTD, keharmonisan dan ketenteramannya sering terganggu, apalagi laki-laki yang menghamili bukan menjadi suaminya yang sekarang. Itu artinya, keluarga yang dibangun tidak akan pernah mencapai kesejahteraan da kebahagiaan yang diinginkan. Kunci untuk pencegahannya adalah hindari perilaku pacaran yang tidak sehat dan hindari pula tempat-tempat yang memberi peluang pada orang lain untuk melakukan perkosaan, pelecehan seksual dan lain-lain serta perbanyak olahraga untuk menyalurkan tenaga yang berlebih.

kEGIatan remaja muslim

Remaja dalam masa pertumbuhannya akan mengalami beberapa perkembangan yang nantinya akan membentuk suatu kepribadiaan dalam dirinya. Kegiatan positif yang dilakukan remaja saat ini akan mendorong dan menghasilkan suatu generasi muda yang memiliki kualitas dan akhlak yang baik. Karena itu dalam mengisi waktu luangnya seorang remaja harus melakukan suatu hal yang positif dan bermanfaat.

aktifitas-aktifitas positif yang bermanfaat bagi remaja dalam mengisi waktu luangnya dengan baik serta mengetahui dampak negatif yang ditimbulkan bila memanfaatkan waktu luangnya tanpa ada suatu perencanaan dan pertimbangan yang baik dalam menetukan segala kegiatannya tersebut.beberapa kegiatan positif bagi remaja muslim antara lain :
1. Mengikuti kegiatan masjid yang merupakan pusat kegiatan keislaman dalam mengasah wawasan dan menambah pengetahuan dibidang keagamaan sebagai pedoman hidup.
2. Pendidikan keluarga. Dalam mengisi waktu luang, peran pendidikan keluarga sangat penting pengaruhnya dalam menentukan model dan methode kegiatan yang terbaik dalam mengoptimalkan pemanfaatan waktu luang bagi remaja muslim untuk memperluas wawasanya dalam ruang lingkup kegiatan keluarga.
3. Mengikuti kegiatan kemasyarakatan. Dalam membentuk remaja muslim sebagai generasi muda yang berkualitas, sangat diharapkan untuk dapat ikut berpartisipasi aktif dalam mengikuti segala kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dengan niat dan semangat yang positif. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama dan menumbuhkan rasa solidaritas.
4. Olah raga. Kegiatan olah raga termasuk dalam salah satu kegiatan yang positif dan terarah. Karena dengan berolah raga, remaja dapat menjaga kondisi tubuhnya agar selalu sehat dan dapat melakukan segala aktifitasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s